STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS YANG MENGGUNAKAN METODE INDEX CARD MATCH DAN HAFALAN DI MI PANGEMPON TAHUN 2012/2013

STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS YANG MENGGUNAKAN METODE INDEX CARD MATCH

DAN HAFALAN DI MI PANGEMPON

TAHUN 2012/2013

 

 

 

 

SKRIPSI

Oleh

NUR ENDAH PUSPITA ARUM

10.208130

 

Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat-syarat guna mencapai gelar Sarjana Pendidikan Islam,

Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Jurusan Tarbiyah

Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Kebumen

 

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA

STAINU KEBUMEN

2012

STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS YANG MENGGUNAKAN METODE INDEX CARD MATCH

DAN HAFALAN DI MI PANGEMPON

TAHUN 2012/2013

 

 

 

 

SKRIPSI

Oleh

NUR ENDAH PUSPITA ARUM

10.208130

 

Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat-syarat guna mencapai gelar Sarjana Pendidikan Islam,

Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Jurusan Tarbiyah

Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Kebumen

 

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA

STAINU KEBUMEN

2012

SKRIPSI

STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS YANG MENGGUNAKAN METODE INDEX CARD MATCH

DAN HAFALAN DI MI PANGEMPON

TAHUN 2012/2013

 

Oleh

Nur Endah Puspita Arum

10.208130

 

Telah dimunaqosahkan di depan Sidang Penguji

pada tanggal 03 November 2012

dan telah dinyatakan memenuhi syarat guna memperoleh gelar Sarjana Strata 1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

pada tanggal………………………….

 

Pembimbing

 

 

 

Drs. H. Makhrur Adam Maulana, M.Ag

NIK.08616

Penguji I

 

 

 

 

Slamet Mujiono, S. Ag., M. Hum

NIK.09724

Penguji II

 

 

 

 

Drs.  H. Bambang Sucipto, M. Pd. I

NIK. 08506

Pimpinan Sidang

 

Ketua,

 

 

 

 

Slamet Mujiono, S. Ag., M. Hum

NIK.09724

Sekretaris

 

 

 

 

H. Muhammad Bahrul Ilmie, S.Ag., M.Hum

NIK/NRD : 09511/10214

Mengesahkan

Ketua STAINU KEBUMEN

 

 

 

Imam Satibi, S.Ag., M. Pd.I

NIK. 09612

PERNYATAAN

 

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama                 : Nur Endah Puspita Arum

NIM                  : 10.208130

Judul Skripsi : STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS YANG MENGGUNAKAN METODE INDEX  CARD MATCH DAN HAFALAN DI MI PANGEMPON TAHUN 2012/2013.

Dengan ini saya menyatakan bahwa naskah skripsi ini adalah benar-benar hasil penelitian/pengkajian mendalam terhadap suatu pokok masalah yang dilakukan secara mandiri di bawah bimbingan dosen pembimbing dan berdasarkan metodologi karya ilmiah yang berlaku di STAINU Kebumen. Dan dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Jika dalam perjalanan waktu terbukti skripsi karya saya tidak sesuai dengan pernyataan ini, saya bersedia menanggung segala resiko, termasuk pencabutan gelar kesarjaan yang saya sandang.

Kebumen, 18 November 2012

 

 

 

Nur Endah Puspita Arum

MOTTO

 

 

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu (agama) beberapa derajat.” (Al-Mujaadilah:11)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEDICATION

 

I dedicate this thesis to:
My mother (Sri Subiarti), which always gives motivation to finish the thesis, giving special attention to me when I was writing this thesis.
My father (Amir Sugiono), who had been summoned by Alloh S.W.T.
My old Sisters (Eni, Evi, and Dien) and  my brother (Agung), whose attention is always asking how with my thesis routine.
My young Sister (Nia), my niece(Laras, Anggun, Hanny,and Binar) and my nephew (Arfan, Ilham, Zahy, Ozy, Nabil and Adi) whose always make noisy every came in grand mother’s home.
For all teachers Elementary School 1 Pakuran a lot thanks of shared experiences for me.
For all my friends who helped me, a place to share, a place to ask, and always motivated to work together to finish this thesis.
For all my friend in the virtual world who always give me spirit to always study to talk with them use English even though my English very weak.

For all people who I can’t mention one by one who was help me to finishing my thesis. A lots thanks for helping. Alloh bless you. Amien.

 

 

 

 

ABSTRAKSI

 

 

Nur Endah Puspita Arum. STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS ANIMALS KELAS IVA DAN IVB YANG MENGGUNAKAN METODE INDEX CARD MATCH DAN HAFALAN DI MI PANGEMPON SRUWENG TAHUN 2012/2013. Skripsi, Kebumen: Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen, Oktober 2012.

 

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui hasil belajar bahasa Inggris siswa kelas IV MI Pangempon Tahun 2012/2013 yang menggunakan metode hafalan dan index card match; (2) Mengetahui perbandingan hasil belajar Bahasa Inggris siswa kelas IV MI Pangempon Sruweng Tahun 2012/2013 yang menggunakan metode hafalan dengan index card match.

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV MI Pangempon Tahun 2012/2013 dengan jumlah siswa 39 peserta didik yang terbagi dalam dua kelas.

Pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kuantitatif dengan teknik analisis komparasional. Data kuantitatif ini diperoleh dari hasil  belajar peserta didik baik hasil belajar yang menggunakan metode hafalan maupun metode index card match pada masing-masing kelas IV baik kelas IVA maupun IVB MI Pangempon Sruweng. Data-data tersebut (hasil belajar bahasa Inggris) kemudian dikomparasikan dengan menggunakan rumus komparasi, sehingga dapat menarik kesimpulan.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar bahasa Inggris dengan menggunakan metode index card match lebih tinggi dibandingkan menggunakan metode hafalan.

 

 

ABSTRACT

 

 

Nur Endah Puspita Arum. STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS ANIMALS KELAS IVA DAN IVB YANG MENGGUNAKAN METODE INDEX CARD MATCH DAN HAFALAN DI MI PANGEMPON SRUWENG TAHUN 2012/2013. Thesis, Kebumen: Islamic High School  Nahdlatul Ulama Kebumen, October 2012.

 

The purpose of this research are: (1) To know the result study of English lesson in fourth grade MI Pangempon Sruweng in Academic Years 2012/2013 that use memorized method and index card match; (2) To know the result study comparison of English lesson in fourth grade MI Pangempon in Academic year 2012/2013 that use memorized method and index card match.

This is a quantitative research. The subject of this study are all students in fourth grade MI Pangempon Sruweng in Academic years 2012/2013 with the number of student 39 students how they are devided in two class.

The collection of data is using observation, testing, and documentation. The data analysis technique used quantitative analysiswith comparison analysis technic. Quantitative data was obtained from student learning outcomes with memorized method and index card match method in every Fourth grade class those are IVA class and IVB class MI Pangempon Sruweng. Those data (student English learning outcomes) must compared with comparison formula, so we can got the based on this research.

Based on this research can be concluded that result study of  English lesson with index card match method better than use memorized method.

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Alloh SWT, yang senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan dan hidayah-Nya sehingga Skripsi dengan judul “Studi Komparasi Hasil Belajar Bahasa Inggris yang Menggunakan Metode Index Card Match dan Hafalan di MI Pangempon Tahun 2012/2013” ini dapat penulis selesaikan.

Rasa hormat dan sholawat tak lupa penulis sanjungkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang mempunyai pribadi gigih dan tekun serta suri tauladan yang menjadi inspirasi dan sumber semangat untuk mengikuti jejaknya.

Skripsi ini disusun sebagai salah satu persyaratan mendapat gelar Sarjana Pendidikan Islam. Penulis mengucapkan terimakasih  atas bantuan dan bimbingan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Untuk itu penulis menyampaikan terimaksih kepada:

  1. Bapak Imam Satibi, S. Ag. M. Pd.I selaku Ketua STAINU Kebumen.
  2. Bapak Salim Wazdy, S. Ag. M.Pd selaku Ketua Prodi (Program Studi) PGMI STAINU Kebumen.
  3. Drs. H. Makhrur Adam Maulana, M. Ag selaku dosen pembimbing yang selalu memberikan pengarahan dan bimbingan.
  4. Bapak Ahmad Farkhamsah, S. Pd. I selaku Kepala Sekolah MI Ma’arif Pangempon Sruweng yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan kegiatan penelitian.
  5. Guru dan karyawan serta para peserta didik MI Ma’arif Pangempon Sruweng yang telah banyak membantu dan mendukung pelaksanaan penelitian.
  6. Ibuku yang telah memberikan dukungan sepenuhnya selama pelaksanaan penelitian dan selama penyusunan skripsi.
  7. Rekan-rekan Mahasiswa PGMI STAINU Kebumen.
  8. Semua pihak yang telah memberikan bantuan sehingga terselesaikanlah skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa penulisan Skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan Skripsi ini.

Semoga Skripsi ini dapat diambil manfaat sebanyak-banyaknya bagi para pembaca. Amin.

Kebumen, 18 Oktober 2012

Penulis

 

 

Nur Endah Puspita Arum

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL………………………………………………………..

HALAMAN JUDUL……………………………………………………………

HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………..

HALAMAN PERNYATAAN ………………………………………………

HALAMAN MOTTO…………………………………………………………

HALAMAN PERSEMBAHAN………………………………………………

ABSTRAK……………………………………………………………………..

ABSTRACT……………………………………………………………………

KATA PENGANTAR…………………………………………………………

DAFTAR ISI…………………………………………………………………..

DAFTAR TABEL……………………………………………………………..

DAFTAR GAMBAR………………………………………………………….

 

BAB I  PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah………………………………………………..
  2. Pembatasan Masalah……………………………………………………
  3. Perumusan Masalah…………………………………………………….
  4. Penegasan Istilah………………………………………………………..
  5. Tujuan Penelitian………………………………………………………..
  6. Kegunaan Penelitian……………………………………………………

 

BAB II KERANGKA TEORETIS

  1. Landasan Teori………………………………………………………..
  2. Hasil Penelitian Terdahulu……………………………………………
  3. Hipotesis Penelitian……………………………………………………
  4. Instrumen Penelitian…………………………………………………..

 

BAB III METODELOGI PENELITIAN

  1. Pendekatan Penelitian……………………………………………………
  2. Desain Penelitian………………………………………………………..
  3. Subjek Penelitian………………………………………………………..
  4. Teknik Pengumpulan data………………………………………………
  5. Teknik Analisa Data……………………………………………………

 

BAB IV HASIL PENELITIAN

  1. Gambaran Umum MI Pangempon Sruweng
    1. Sejarah berdirinya MI Pangempon Sruweng……………………….
    2. Letak geografis MI Pangempon Sruweng………………………….
    3. Visi dan Misi MI Pangempon………………………………………
    4. Kondisi Fisik ……………….………………………………………
    5. Kondisi Non Fisik…………………………………………………..
    6. Pembelajaran yang menggunakan metode hafalan di MI Pangempon Sruweng Tahun 2012/2013……………………………………………..
    7. Pembelajaran yang menggunakan metode index card match di MI Pangempon Sruweng Tahun 2012/2013………………………………..
    8. Hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode hafalan di MI Pangempon Sruweng Tahun 2012/2013………………………………..
    9. Hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode index card match di MI Pangempon Sruweng Tahun 2012/2013……………………………
    10. Komparasi hasil belajara bahasa Inggris menggunakan metode hafalan dengan metode index card match di kelas IV MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013…………………………………………….

 

BAB V PENUTUP

  1. Kesimpulan……………………………………………………………..
  2. Saran-saran……………………………………………………………..
  3. Kata penutup……………………………………………………………

 

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

i

ii

iii

iv

v

vi

vii

viii

ix

xi

xii

 

 

 

1

4

4

4

7

7

 

 

8

22

24

25

 

 

27

27

27

29

30

 

 

35

35

38

38

38

40

 

42

 

47

 

53

 

57

 

 

60

 

 

68

69

70

 

DAFTAR TABEL

 

Tabel 1 Data guru dan pembagian tugas mengajar MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013 41
Tabel 2 Rencana pelaksanaan pembelajaran 42
Tabel 3 Rencana pelaksanaan pembelajaran 48
Tabel 4 Daftar nilai hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode hafalan di MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013 54
Tabel 5 Rekapitulasi hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode hafalan di MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013 55
Tabel 6 Daftar nilai hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode index card match MI Pangempon Sruweng Tahun pelajaran 2012/2013 58
Tabel 7 Rekapitulasi hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode index card match di MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013 59
Tabel 8 Komparasi hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode hafalan dan index card match pada kela IV MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013 51

 

DAFTAR GAMBAR

 

Gambar 1 Guru menuliskan “Vocabulary” di papan tulis 44
Gambar 2 Guru membacakan teks hafalan diikuti peserta didik 44
Gambar 3 Guru menguji hafalan peserta didik di depan kelas 45
Gambar 4 Peserta didik menuliskan teks hafalan pada buku tulis 45
Gambar 5 Guru membagi potongan kertas sebanyak jumlah peserta didik 49
Gambar 6 Peserta didik menuliskan pertanyaan dan jawaban pada potongan kertas yang dibagikan guru 50
Gambar 7 Gambar kartu untuk permainan index card match 50
Gambar 8 Mengocok kertas yang berisi pertanyaan/jawaban 51
Gambar 9 Peserta didik mencari pasangan mereka 51
Gambar 10 Peserta didik membacakan pertanyaan dan jawaban dengan keras secara bergantian 52
Gambar 11 Peserta didik membacakan pertanyaan dan jawaban dengan keras secara bergantian 52

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    LATAR BELAKANG MASALAH

Pendidikan mempunyai tujuan untuk mengembangkan potensi, pengetahuan dan keterampilan setiap peserta didik untuk menuju kearah yang lebih baik. Proses pendidikan salah satunya dilakukan dengan pembelajaran. Pembelajaran merupakan suatu proses untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan dan mengubah perilaku peserta didik baik perilaku afektif, kognitif maupun psikomotornya.

Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang paling utama. Setiap bangsa mempunyai bahasa yang berbeda dengan bangsa lain. Kita mengenal bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional yang banyak digunakan untuk berkomunikasi antar bangsa. Oleh karenanya untuk memudahkan kita berkomunikasi dengan masyarakat global diperlukan penguasaan bahasa Inggris.

Di MI Ma’arif Pangempon Sruweng mata pelajaran bahasa Inggris mulai diajarkan dari kelas IV. Oleh karenanya Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah sebagai masa awal dimana peserta didik menerima mata pelajaran bahasa Inggris harus mampu mengemas mata pelajaran bahasa Inggris sedemikian rupa untuk mencapai hasil belajar yang sesuai dengan yang diharapkan.  Sehingga tujuan pembelajaran bahasa Inggris dapat tercapai.

Pembelajaran bahasa Inggris di MI Ma’arif Pangempon dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa asing pada para peserta didik di MI Ma’arif Pangempon. Salah satu faktor penunjang berhasil atau tidaknya pembelajaran bahasa Inggris di MI Ma’arif Pangempon adalah metode belajar.

Metode belajar beragam jenisnya, oleh karenanya guru harus pandai dan cermat dalam memilih metode belajar untuk mengajarkan suatu pokok bahasan tertentu. Pada hakikatnya tidak ada metode yang paling baik, satu metode yang baik untuk mengajarkan topik bahasan tertentu belum tentu akan baik untuk diterapkan pada semua topik bahasan.

Metode index card match merupakan salah satu metode pembelajaran aktif yang mampu mengaktifkan suasana pembelajaran, sedangkan metode hafalan merupakan salah satu metode pembelajaran bahasa yang bisa membantu peserta didik untuk menghafal banyak kosa kata bahasa asing.

Komparasi merupakan salah satu teknik analisis kuantitatif yang digunakan untuk mengukur ada atau tidaknya perbedaan antar variable yang diteliti. Komparasi ini dapat digunakan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara yang menggunakan metode hafalan dengan metode index card match.

MI Ma’arif Pangempon Sruweng Kebumen, khususnya kelas IV dalam pembelajaran bahasa Inggrisnya masih menggunakan metode ceramah, sehingga peserta didik kurang aktif dan cenderung bosan mengikuti pembelajaran bahasa Inggris. Tentu saja hasil belajarnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karenanya perlu adanya inovasi metode pembelajaran yang diterapkan pada pembelajaran di MI Ma’arif Pangempon Sruweng.

Berdasarkan hal tersebut, guru dituntut untuk mengembangkan pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan berbagai pendekatan yang dapat mengaktifkan peserta didik. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran bahasa Inggris adalah dengan menggunakan metode Index card match (dengan asumsi metode index card match ini mampu mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran sehingga timbul rasa untuk ingin bisa dan tertarik untuk mempelajari bahasa Inggris) maupun hafalan (dengan asumsi metode hafalan merupakan metode pembelajaran bahasa dimana peserta didik dapat menguasai banyak kosa kata dengan melakukan hafalan) untuk diterapkan dalam proses pembelajaran bahasa Inggris di kelas.

Oleh karenanya untuk mengetahui metode yang paling tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran bahasa Inggris antara metode index card match dengan hafalan pada pembelajaran bahasa Inggris di MI Ma’arif MI pangempon dilakukan penelitian dengan teknik analisis komparasional.

Berdasarkan uraian di atas, perlu diadakan penelitian untuk mencari metode yang sesuai dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan dan hasil belajar peserta didik. Untuk itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Studi Komparasi Hasil Belajar Bahasa Inggris yang Menggunakan Metode Index Card Match dan Hafalan di MI Ma’arif Pangempon Tahun 2012/2013.”

  1. PEMBATASAN MASALAH

Berawal dari masalah yang telah diuraikan pada latar belakang masalah, maka peneliti membatasi masalah yang akan diteliti yaitu perbandingan antara hasil belajar bahasa Inggris yang menggunakan metode hafalan dengan menggunakan metode index card match di MI Ma’arif Pangempon Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen.

  1. C.      PERUMUSAN MASALAH

Dengan memperhatikan masalah pokok sebagaimana pada pembahasan masalah tersebut di atas, maka rumusan masalah yang diajukan pada penelitian ini adalah bagaimana perbandingan hasil belajar bahasa Inggris di MI Pangempon yang menggunakan hafalan dan index card match.

  1. D.      PENEGASAN ISTILAH
    1. 1.         Studi Komparasi

Suharsimi Arikunto dalam Anas Sudijono menyatakan penelitian komparasi pada pokoknya adalah penelitian yang berusaha untuk menemukan persamaan dan perbedaan tentang benda, tentang orang tentang prosedur kerja, tentang ide, kritik terhadap orang, kelompok, terhadap suatu idea tau suatu prosedur kerja.[1])

Komparasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah membandingkan hasil belajar bahasa Inggris (Animals) kelas IV di MI Ma’arif Pangempon Sruweng yang menggunakan metode hafalan dengan index card match.

  1. 2.         Hasil Belajar

Saminanto menyatakan, hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajar yang diperoleh melalui usaha dalam menyelesaikan tugas-tugas belajar.[2])

Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar bahasa Inggris yang dicapai peserta didik kelas IV MI Ma’arif Pangempon dengan menggunakan metode index card match dan metode hafalan.

  1. 3.                Bahasa Inggris

Bahasa Inggris adalah bahasa Internasional yang digunakan untuk berkomunikasi antar negara atau masyarakat global.

Yang dimaksud Bahasa Inggris dalam penelitian ini adalah mata pelajaran bahasa Inggris dengan standar kompetensi Animals yang diajarkan untuk kelas IV di MI Ma’arif Pangempon Sruweng pada Tahun Pelajaran 2012/2013.

  1. 4.         Index card match

Abdul haris dan Bahrissalim menyatakan Index card match merupakan cara yang menyenangkan dan mengaktifkan peserta didik saat ingin meninjau ulang materi pembelajaran yang telah diberikan sebelumnya.[3])

Di dalam penelitian ini, metode index card match yang dimaksud adalah metode yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris yang hasil pembelajarannya nanti akan dikomparasikan dengan yang menggunakan metode hafalan.

  1. 5.         Metode Hafalan

Metode Hafalan adalah suatu proses pembelajaran dengan cara mengucapkan diluar kepala (tanpa melihat atau catatan lain), berusaha menerapkan ke dalam pikiran agar selalu ingat.[4])

Yang dimaksud dalam penelitian ini, metode hafalan adalah metode yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris yang hasilnya nanti akan dikomparasikan dengan hasil belajar bahasa Inggris yang menggunakan metode index card match.

 

 

  1. E.       TUJUAN PENELITIAN
    1. Untuk mengetahui hasil belajar mata pelajaran Bahasa Inggris Animals di MI Ma’arif Pangempon, Sruweng yang menggunakan metode hafalan dan metode index card match.
    2. Untuk mengetahui perbandingan hasil belajar Bahasa Inggris Animals peserta  didik  kelas IV yang menggunakan metode hafalan dengan index card match.
  2. F.       KEGUNAAN PENELITIAN

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk :

  1. Memberi informasi pada MI Pangempon Sruweng tentang metode yang sesuai untuk diterapkan pada mata pelajaran bahasa Inggris.
  2. Menjadi referensi bagi para guru dalam menggunakan metode pembelajaran yang sesuai untuk mata pelajaran bahasa Ingrris.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KERANGKA TEORITIS

 

  1. A.      Landasan Teori
    1. 1.    Perkembangan Bahasa dan Karakteristik Peserta Didik kelas IV

Manusia sebagai makhluk social tidak bisa dipisahkan dari kegiatan saling berkomunikasi. Untuk berkomunikasi manusia memerlukan suatu media, terutama yaitu bahasa. Robert E. Owens dalam Conny R. Semiawan menyatakan bahwa “usia sekolah adalah periode yang sangat kreatif dalam perkembangan bahasa”.[5]) “Perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi, baik alat komunikasi dengan cara lisan, tertulis, maupun menggunakan tanda-tanda dan isyarat”.[6])

Karakteristik anak usia sekolah dasar secara umum menurut Basset, Jacka dan Logan dalam Mulyani Sumantri dan Johar Permana yaitu:

  1. Mereka secara alamiah memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan tertarik akan dunia sekitar yang mengelilingi mereka sendiri.
  2. Mereka senang bermain dan lebih suka bergembira/riang.
  3. Mereka suka mengatur dirinya untuk menangani berbagai hal, mengeksplorasi suatu situasi dan mencobakan usaha-usaha baru.
  4.  

    Mereka biasanya tergetar perasaannya dan terdorong untuk berprestasi sebagaimana mereka tidak suka mengalami ketidakpuasan dan menolak kegagalan-kegagalan.

  1. Mereka belajar secara efektif ketika mereka merasa puas dengan situasinya yang terjadi.
  2. Mereka belajar dengan cara bekerja, mengobservasi, berinisiatif dan mengajar anak-anak lainnya.[7])

Mengenai karakteristik anak pada masa sekolah dasar Iskandarwassid dan Dadang Sunendar juga mengemukakan beberapa sifat khas anak pada masa sekolah dasar, antaralain :

  1. Keadaan jasmani tumbuh sejalan dengan prestasi sekolah.
  2. Sikap tunduk kepada peraturan permainan yang tradisional.
  3. Ada kecenderungan suka memuji diri sendiri.
  4. Suka membandingkan dirinya dengan anak lain, kalau hal itu menguntungkan.
  5. Kalau tidak dapat menyelesaikan suatu soal, maka soal itu dianggapnya tidak penting.
  6. Pada masa ini anak menghendaki nilai yang baik tanpa mengingat apakah prestasinya memang pantas diberi nilai baik atau tidak.
  7. Minat kepada kehidupan praktis sehari-hari.
  8. Realistis dan ingin tahu.
  9. Menjelang akhir masa ini telah ada minat kepada hal-hal mata pelajaran-mata pelajaran khusus.
  10. Sampai kira-kira umur 11 tahun, anak membutuhkan pengajar atau orang-orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan tugasnya.
  11. Setelah umur 11 tahun umumnya anak-anak berusaha menyelesaikan tugasnya.[8])
    1. 2.    Teori Belajar

Belajar merupakan suatu proses dalam diri individu yang berinteraksi dengan lingkungan untuk mendapatkan perubahan dalam perilakunya. Bruner mengemukakan “proses belajar terdiri atas tiga tahapan, yaitu tahap informasi, transformasi, dan evaluasi”.[9]) Perubahan itu dinyatakan dalam seluruh aspek tingkah laku yang meliputi dimensi kognitif, afektif dan psikomotor. W.S Winkel dalam Purwanto, mendefinisikan bahwa “belajar adalah aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, keterampilan dan sikap”.[10])

Gagne dalam Agus Suprijono, mendefinisikan bahwa “belajar adalah perubahan disposisi kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktivitas”.[11]) Perubahan disposisi tersebut bukan diperoleh langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara alamiah.

Sri Anitah berpendapat bahwa “belajar merupakan suatu usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru, secara keseluruhan sebagai pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”.[12]) Proses perubahan tingkah laku merupakan gambaran terjadinya rangkaian perubahan dalam kemampuan peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan kemampuan sebelumnya dengan kemampuan setelah mengikuti pembelajaran. Belajar merupakan suatu proses yang terarah kepada pencapaian tujuan kompetensi yang telah ditetapkan.

Menurut Bruner dalam Saminanto, berpendapat bahwa “belajar merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan manusia untuk menemukan hal-hal baru diluar informasi yang diberikan kepada dirinya”.[13]) Sedangkan menurut Tim FKIP menyatakan belajar dapat didefinisikan sebagai “perubahan tingkah laku yang permanen berdasarkan pengalaman yang diperoleh dan diinternalisasikan oleh peserta didik”.[14])

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan pada peserta didik karena adanya interaksi sehingga terjadi transfer informasi.

  1. 3.    Teori Pembelajaran

“Pembelajaran adalah sesuatu yang dilakukan oleh peserta didik, bukan dibuat untuk peserta didik.”[15]) Solchan berpendapat bahwa pembelajaran adalah “sesuatu yang melibatkan seperangkat pengalaman dan berbagai hal sebelum terjadinya perubahan itu sendiri”.[16]) Pembelajaran dapat membuat seseorang memiliki pengalaman dan tingkah laku sesuai dengan pengalamanatau pelatihan yang diterimanya.

Agus Taufik berpendapat bahwa pembelajaran adalah “menciptakan lingkungan sedemikian rupa untuk memotivasi dan menfasilitasi anak melakukan berbagai kegiatan yang lebih aktif menggunakan potensi yang dimilikinya, terarah pada perubahan yang diharapkan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan”.[17]) Pembelajaran dipandang sebagai suatu proses membantu anak mengembangkan dan mengubah perilaku (kognitif, afektif, konatif, dan psikomotor), merangkai gagasan, sikap, pengetahuan, apresiasi, dan keterampilan sesuai dengan standar kompetensi dari kurikulum SD yang telah ditetapkan. Sri anitah berpendapat bahwa “pembelajaran adalah suatu system lingkungan belajar yang terdiri atas komponen tujuan, bahan pelajaran, strategi, alat, siswa, dan guru”. [18])

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dikatakan pembelajaran adalah sebuah kegiatan belajar dimana guru berperan menjadi fasilitator untuk menunjang atau membantu peserta didik dalam proses belajar.

  1. 4.    Teori Hasil Belajar

Hasil belajar dapat dijelaskan dengan memahami dua kata yang membentuknya, yaitu hasil dan belajar. Hasil (product) menunjuk pada suatu perolehan akibat dilakukannya suatu aktifitas atau proses yang mengakibatkan berubahnya input secara fungsional. “Belajar merupakan proses dalam diri individu yang berinteraksi dengan lingkungan untuk mendapatkan perubahan dalam perilakunya”.[19]) Sedangkan menurut Winkel dalam Purwanto, “hasil belajar adalah perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya”.[20])

Mulyono Abdurrahman menyimpulkan bahwa “hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajar yang diperoleh melalui usaha dalam menyelesaikan tugas-tugas belajar”.[21])

Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah pencapaian pengetahuan peserta didik yang biasanya diwujudkan dengan nilai yang didapat setelah adanya proses belajar atau pembelajaran dan evaluasi pembelajaran.

  1. 5.    Bahasa Inggris

“Bahasa adalah sebuah system”.[22]) Bahasa bukan sejumlah unsur yang terkumpul secara tak beraturan tetapi bahasa merupakan sebuah unsur yang beraturan. “Unsur-unsur bahasa diatur dan dibentuk oleh suatu aturan atau kaidah atau pola yang teratur dan berulang, baik dalam tata bunyi, tata bentuk kata maupun tata kalimat”.[23]) “Keterampilan berbahasa bermanfaat dalam melakukan interaksi komunikasi dalam masyarakat”.[24])

Bahasa inggris adalah bahasa yang banyak digunakan untuk berkomunikasi antar manusia antar Negara. Pendidikan bahasa Inggris di SD/MI dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa yang digunakan untuk menyertai tindakan atau language accompanying action. Bahasa Inggris digunakan untuk interaksi dan bersifat “here and now”.[25]

Kurikulum, Depdiknas menyatakan bahwa:

Bahasa  Inggris merupakan alat komunikasi secara lisan dan tulis. Berkomunikasi  adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya. Kemampuan berkomunikasi yang utuh adalah kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan atau menghasilkan teks lisan dan atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat keterampilan inilah yang digunakan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan tersebut agar lulusan mampu berkomunikasi dan berwacana dalam bahasa Inggris pada tingkat literature tertentu.

 

Kurikulum Depdiknas menyatakan bahwa:

Mata pelajaran bahasa Inggris di SD/MI bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :

  1. Mengembangkan kompetensi berkomunikasi dalam bentuk lisan secara terbatas untuk mengiringi tindakan (language accompanying action) dalam konteks sekolah.
  2. Memiliki kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Inggris untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam masyarakat global.

Sedangkan Yenny Sukhriani mengemukakan beberapa tujuan pembelajaran bahasa Inggris yang diantaranya yaitu :

  1. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa tersebut, dalam bentuk lisan dan tulis. Kemampuan berkomunikasi meliputi mendengarkan (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing).
  2. Mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan antarbahasa dan budaya serta memperluas cakrawala budaya. Dengan demikian, peserta didik memiliki wawasan lintas budaya dan melibatkan diri dalam keragaman budaya.[26])
  3. 6.         Metode Pembelajaran.

Metode pembelajaran sangat beraneka ragam. “Metode pembelajaran menekankan pada proses belajar peserta didik secara aktif dalam upaya memperoleh kemampuan hasil belajar”.[27]) Setiap metode pembelajaran mempunyai kesesuain dengan bentuk-bentuk belajar tertentu. Pertimbangan untuk memilih metode pembelajaran di samping didasarkan atas kepentingan pencapaian tujuan, juga dengan bentuk belajar tersebut.

Metode pembelajaran aktif digunakan untuk mengarahkan atensi peserta didik terhadap materi yang dipelajarinya. Macam-macam metode pembelajaran aktif diantaranya, yaitu :

  1. a.    Small group discussion (Diskusi Kelompok Kecil).

Metode small group discussion dimaksudkan untuk membangun kerja sama individu dalam kelompok, kemampuan analitis dan kepekaan social serta tanggung jawab individu dalam kelompok.[28])

 

  1. b.      Team quiz.

Metode team quiz bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bertanggung jawab siswa terhadap apa yang mereka pelajari melalui cara yang menyenangkan.[29])

  1. c.       Call on the next speaker (memanggil pembicara berikutnya).

Metode call on the next speaker (memanggil pembicara berikutnya) merupakan teknik mudah untuk mendapatkanpartisipasi seluruh kelas dan pertanggungjawaban individu.[30])

  1. d.      Index card match.

Index card match adalah strategi yang cukup menyenangkan yang digunakan untuk mengulang materi yang telah diberikan sebelumnya. Namun demikian, materi baru pun tetap bisa diajarkan dengan strategi ini dengan catatan, peserta didik diberi tugas mempelajari topic yang akan diajarkan terlebih dahulu, sehingga ketika masuk kelas mereka sudah memiliki bekal pengetahuan.[31]) Agus Suprijono menjelaskan langkah-langkah metode index card match sebagai berikut:

1)      Buatlah potongan kertas sebanyak peserta didik yang ada di dalam kelas.

2)      Bagilah kertas-kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama.

3)      Pada separuh bagian, tulis pertanyaan tentang materi yang akan dibelajarkan. Setiap kertas berisi satu pertanyaan.

4)      Pada separuh kertas yang lain, tulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat.

5)      Kocoklah semua kertas sehingga akan tercampur antara soal dan jawaban.

6)      Setiap peserta didik diberi satu kertas. Jelaskan bahwa ini adalah aktivitas yang dilakukan berpasangan. Separoh peserta didik akan mendapatkan soal separuh yang lain akan mendapatkan jawaban.

7)      Mintalah kepada peserta didik untuk menemukan pasangan mereka. Jika ada yang sudah menemukan pasangan, mintalah kepada mereka untuk duduk berdekatan. Jelaskan juga agar mereka tidak memberitahu materi yang mereka dapatkan kepada teman yang lain.

8)      Setelah semua peserta didik menemukan pasangan dan duduk berdekatan, mintalah kepada setiap peserta didik pasangan secara bergantian untuk membacakan soal yang diperoleh dengan keras kepada teman-temannya yang lain. Selanjutnya soal tersebut dijawab oleh pasangannya.

9)      Akhiri proses ini dengan membuat klarifikasi dan kesimpulan.[32])

 

 

  1. e.       Every one is a teacher here.

Metode every one is a teacher here adalah metode yang bertujuan untuk mendapatkan partisipasi seluruh kelas dan pertanggungjawaban individu.[33])

Selain metode pembelajaran aktif, ada berbagai macam metode dalam pembelajaran. Salah satunya adalah metode pembelajaran bahasa, macam-macam metode mengajarkan bahasa diantaranya:

  1. a.      Metode bercakap-cakap.

Metode bercakap-cakap adalah metode pembelajaran bahasa yang menyajikan bahan pelajaran bahasa Inggris melalui percakapan, dalam percakapan itu dapat terjadi antara guru dan murid dan antara murid dengan murid, sambil menambah dan terus memperkaya perbendaharaan kata-kata (vocabulary) yang semakin banyak.[34])

  1. b.        Metode membaca.

Metode membaca adalah metode yang menyajikan mata pelajaran bahasa dengan cara membaca yang baik membaca dengan bersuara maupun membaca dalam hati.[35])

 

 

 

  1. c.         Metode dikte.

Metode dikte adalah matode menulis. Dalam metode ini peserta didik diminta untuk menulis di buku tulis ketika guru membacakan suatu pelajaran.[36])

  1. d.        Metode mengarang.

Metode mengarang adalah metode yang menyajikan pembelajaran bahasa dengan cara menyuruh peserta didik mengarang dalam penggunaan bahasa, untuk mengungkapkan isi hati, pikiran dan pengalaman yang dimilikinya.[37])

  1. e.         Metode menghafal.

Metode menghafal merupakan cara menyajikan materi pelajaran bahasa dengan jalan menyuruh peserta didik untuk menghafal.

Tujuan mempelajari menghafal, antaralain :

1)       Mengembangkan daya fantasi anak didik, serta melatih daya ingatan.

2)      Memperkaya perbendaharaan kata dan percakapan.

3)      Melatih anak didik agar baik ucapannya, indah perkataannya, menarik hati pendengar-pendengarnya.

4)      Melatih jiwa dan mental yang disiplin.[38])

 

Metode mengajarkan mengafal, yaitu :

1)   Mengadakan apersepsi danatau pre test.

2)      Materi pelajaran menghafal harus disesuaikan dengan taraf kemampuan dan perkembangan anak didik.

3)      Materi menghafal menarik hati dan dapat mendorong semangat dedikasi yang tinggi.

4)      Pada kelas-kelas dasar, materi menghafal dipilih kalimat yang tidak terlalu panjang. Pada kelas yang sudah maju dapat diberikan cerita-cerita menarik, syair-syair yang indah dan kata-kata yang dapat menggugah jiwa dan semangat anak didik.

5)      Menuliskan materi hafalan di papan tulis dengan tulisan yang indah dan menarik. Dan membacanya bersama-sama agar hafalan benar-benar membekas.

6)      Sering-sering melakukan ulangan hafalan.[39])

Teknik menghafal, yaitu :

1)   Guru membacakan teks hafalan, setelah dituliskan di papan tulis, kemudian diikuti oleh semua peserta didik bersama-sama, hingga hafal di luar kepala. Kemudian guru menguji masing-masing siswa tentang hafalannya di depan kelas dengan fasih. Dan setelah semua mendapatkan giliran, baru murid disuruh menyalinnya di buku tulis.

2)   Membacakan hafalan sekaligus secara keseluruhan tanpa dibagi-bagi dalam potongan yang kecil. Kemudian dibaca berkali-kali sampai hafal betul.[40])

Kelemahan metode hafalan, antaralain:

1)   Belajar dengan cara menghafal mengakibatkan tingkat kemampuan kognitif peserta didik yang terbentuk hanya pada tataran tingkat yang rendah, yaitu pada daerah tingkatan ingatan atau pemahaman saja.[41])

  1. B.   Hasil Penelitian Terdahulu

Setelah melakukan pencarian di perpustakaan STAINU Kebumen, dan di Google tentang penelitian yang meneliti tentang perbandingan hasil belajar yang metode hafalan dengan index card match pada mata pelajaran bahasa Inggris (animals) kelas IV,  ternyata peneliti tidak dapat menemukan penelitian serupa.

Sebagai alternative hasil penelitian terdahulu peneliti membaca skripsi Taufiqurrahman mahasiswa STAINU Kebumen tahun 2011 yang berjudul Metode Index Card Match dalam Pembelajaran Aqidah Ahlaq di MI Darussalam Triwarno Kutowinangun Kebumen Tahun Ajaran 2011/2012 dengan menggunakan desain penelitian kualitatif.

Permasalahan yang diteliti oleh Taufiqurrahman adalah kurang tepat dan kurangnya variasi metode yang diterapkan dalam pembelajaran Aqidah Ahlak di MI Darussalam Triwarno Kutowinangun Kebumen.

Subyek penelitiannya adalah peserta didik kelas V MI Darussalam Triwarno Kebumen Tahun Pelajaran 2011/2012. Adapun metodelogi yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi, dokumentasi, wawancara dan angket.

Taufiqurrahman mendeskripsikan dalam kesimpulannya bahwa metode index card match sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran aqidah ahlak[42]). Dengan diterapkannya metode index card match menjadi membangkitkan semangat belajar siswa. Hal ini terlihat dari hasil respon siswa banyak yang menyatakan bahwa mereka sangat senang dengan diterapkannya metode index card match.

Adapun perbedaan dengan penelitian yang peneliti lakukan adalah pada masalah yang lebih spesifik. Jika dalam penelitian terdahulu membahas peningkatan hasil belajar dengan metode yang tepat (Index card match), maka penelitian yang peneliti lakukan adalah membandingkan hasil belajar metode hafalan dengan metode index card match yang meliputi bagaimana hasil belajar menggunakan metode hafalan, bagaimana hasil belajar menggunakan metode index card match, dan apakah ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar yang menggunakan metode hafalan dengan metode index card match. Mengenai waktu pelaksanaan, subyek penelitian maupun obyek penelitian juga berbeda dengan yang peneliti lakukan.

 

 

  1. C.      Kerangka Berfikir

Pembelajaran merupakan sebuah proses, oleh karena itu guru dituntut untuk dapat membuat suasana kelas selalu kondusif dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk itu adalah dengan menggunakan metode yang tepat dalam setiap pembelajaran.

Proses belajar mengajar merupakan interaksi yang dilakukan antara guru dengan peserta didik dalam suatu situasi pendidikan atau pengajaran untuk mewujudkan tujuan yang diharapkan. Seorang guru dituntut kemampuannya untuk mampu menggunakan berbagai pendekatan, metode ataupun model pembelajaran yang bervariasi, agar proses pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan serta tidak monoton yang dapat menimbulkan kejenuhan siswa.

Metode sangatlah beragam, oleh karenanya sebagai seorang guru harus bisa memilih metode manakah yang paling tepat untuk diterapkan dalam proses pembelajaran yang akan diajarkan pada peserta didik.

Bahasa Inggris merupakan bahasa asing pertama yang diajarkan pada peserta didik, oleh karenanya kita harus dapat mengemas pembelajaran bahasa Inggris sedemikian rupa sehingga memudahkan peserta didik untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Banyaknya metode harus kita seleksi agar kita dapat mengetahui manakah metode yang paling tepat. Metode hafalan sangat berperan penting untuk dapat menghafal kosa kata bahasa asing sehingga melekat pada ingatan sedangkan metode index card match sangatlah mengaktifkan peserta didik dan membangkitkan semangat belajar peserta didik.

Kedua metode ini mempunyai kelebihan dan kelemahan. Tidak ada metode terbaik atau terburuk, hanya ada metode paling tepat dan yang kurang tepat untuk diterapkan pada pembelajaran yang dilakukan. Tidak selamanya satu metode tepat digunakan pada semua pembelajaran yang dilakukan.

Berdasarkan latar belakang dan rumusan permasalahan dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk membandingkan dua metode ( metode hafalan dan index card match)  yang sama-sama mempunyai kelebihan dalam pembelajaran bahasa Inggris. Langkah awal dalam penelitian ini adalah menentukan subyek yang akan diteliti. Subyek penelitian tersebut berkaitan dengan pokok bahasan, dan metode pembelajaran yang dipergunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam proses penelitian ini, peneliti mengemas mata pelajaran bahasa Inggris dengan Standar Kompetensi Animals dalam dua metode yang berbeda. Setelah melakukan pembelajaran dengan menggunakan dua metode tersebut, peneliti melakukan perbandingan hasil pembelajaran tersebut.

  1. D.      Hipotesis Penelitian

Hipotesis berasal dari bahasa Yunani yang mempunyai dua kata ialah “Hupo” (sementara) dan “thesis” (pernyataan atau teori). Amirul Hadi&Haryono(1998:117), menyatakan bahwa “hipotesis adalah dugaan yang mungkin benar atau mungkin juga salah”.[43]) Selanjutnya Riduan, menyatakan “hipotesis adalah jawaban atau dugaan sementara”.[44])

Hipotesis yang peneliti ajukan dalam skripsi ini yaitu yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar menggunakan metode hafalan dengan metode index card match di kelas IV MI Pangempon Sruweng Kebumen Tahun Ajaran 2012/2013.

  1. E.       Instrumen Penelitian

Seseorang melakukan penelitian sama  halnya dengan melakukan pengukuran. Oleh karena itu harus ada alat ukur yang digunakan untuk meneliti. Alat ukur dalam penelitian dinamakan instrument penelitian.

Instrumen penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah:

  1. Hasil belajar mata pelajaran bahasa Inggris di MI Pangempon yang menggunakan metode Index Card Match.
  2. Hasil belajar mata pelajaran bahasa Inggris di MI Pangempon yang menggunakan metode hafalan.

 

BAB III

METODELOGI PENELITIAN

 

  1. A.    Pendekatan Penelitian

Penelitian akan dilakukan di MI Pangempon, desa Pangempon, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan angka yang didapat dari hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran bahasa Inggris yang menggunakan metode index card match dan metode hafalan, hasil evaluasi tersebut kita gunakan untuk dibandingkan.

  1. B.       Desain Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain komparasional. Anas Sudijono menyatakan teknik analisis komparasional yaitu salah satu teknik analisis kuantitatif atau salah satu teknik analisis statistic yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis mengenai ada tidaknya perbedaan antarvariabel yang sedang diteliti.[45])

  1. C.      Subjek Penelitian
    1. a.    Penentuan variable.

Sugiono menyatakan variable penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.[46])

Berdasarkan isi hipotesis yang diajukan penulis maka terdapat 2 variabel, yaitu:

  1. Variable pertama

Variable pertama dalam penelitian yang diajukan penulis, yaitu nilai bahasa Inggris kelas IVB yang menggunakan metode hafalan (variable X)

  1. Variable kedua

Variable kedua dalam penelitian yang diajukan penulis, yaitu nilai bahasa Inggris kelas IVA yang menggunakan metode Index Card Match (Variabel Y)

  1. b.        Populasi.

Suharsimi Arikunto (2006:130), menyatakan popolasi adalah keseluruhan subjek penelitian.[47])

Pada penelitian yang akan dilakukan yang sebagai populasi adalah peserta didik  kelas IV MI Pangempon. Populasi tersebut udah terbagi dalam dua kelas, yaitu kelas IVA sejumlah 21 peserta didik dan IVB sejumlah 18 peserta didik.

 

 

  1. c.    Sampel.

Suharsimi Arikunto menyatakan sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.[48])

Dalam penelitian ini seluruh populasi yang akan diteliti akan dijadikan sebagai sampel penelitian, yaitu 36 peserta didik kelas IV MI Pangempon Tahun Pelajaran 2012/2013.

  1. D.      Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini, antara lain:

  1. 1.         Observasi

“ Teknik observasi adalah pengalaman dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian”.[49])

Di sini peneliti melakukan observasi langsung, sehingga peneliti dapat mengamati kegiatan belajar mengajar bahasa Ingris, dapat mengetahui letak geografis MI Pangempon, dan dapat mengamati keadaan sarana prasarana di MI Pangempon.

 

 

 

  1. 2.         Tes

“Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan, atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok”.[50])

Dalam penelitian ini tes digunakan untuk mengukur dan membandingkan hasil pembelajaran bahasa Inggris tentang Animals yang menggunakan metode Index Card Match dengan yang menggunakan metode Hafalan pada peserta didik  kelas IV MI Pangempon.

Alat untuk mengumpulkan data dari teknik tes adalah instrumen tes. Dalam penelitian ini teknik tes yang digunakan adalah tes tertulis. Dimana tes tersebut mengambil dari pembelajaran bahasa Inggris peserta didik kelas IV SD MI Pangempon.

  1. 3.         Teknik dokumentasi

“Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variable yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda dan sebagainya”.[51])

Dalam penelitian ini peneliti mencari data berupa catatan sejarah berdirinya MI Pangempon.

 

 

  1. E.       TEKNIK ANALISIS DATA

Data yang diperoleh di lapangan, setelah semuanya terkumpul kemudian diproses dan dianalisa dengan menggunakan metode-metode statistik yang penerapannya disesuaikan dengan penggunaan masing-masing metode.

Anas Sudijono menyatakan metode statistic yaitu cara-cara tertentu yang perlu ditempuh dalam rangka, menyusun atau mengatur, menyajikan, menganalisis, dan memberikan interpretasi terhadap sekumpulan bahan keterangan yang berupa angka sedemikian rupa angka itu “dapat berbicara” atau dapat memberikan pengertian dan makna tertentu.[52])

Untuk menganalisa data penelitian ini, penulis menggunakan analisa kuantitatif, dengan menggunakan t-test yang sampelnya berhubungan.

Adapun rumus yang digunakan untuk menguji kebenaran atau kepalsuan hipotesa nol atau untuk mencari ada dan tidaknya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar bahasa Inggris Animals kelas IV yang menggunakan metode index card match dan metode hafalan sebagai berikut[53]):

MD

SEMD

t0 =                                                                                                   

 

Keterangan:

MD = Mean of Difference nilai rata-rata hitung dari beda/selisih antara skor   variable I dan skror variable II, yang diperoleh dengan rumus:

MD =

∑D = Jumlah beda/selisih antar skor variable I (variable X) dan skor variable II (VariabelY), dapat diperoleh dengan rumus:

D = X-Y

N         = number of cases = jumlah subyek yang diteliti

SEMD = Standar Error (Standar kesesatan) dari Mean of Different yang dapat diperoleh dengan rumus:

SEMD =

SDD  = Deviasi Standar dari perbedaan antara skor variable I dan skor    variable II, yang dapat diperoleh dengan rumus:

SDD = 2

N         = Number of Cases

 

 

 

 

 

Langkah perhitungannya:

Tingkah yang perlu ditempuh dalam rangka memperoleh harga t0 berturut-turut adalah sebagai berikut:

  1. Mencari D (Difference = perbedaan) antar skor variable I dan skor variable II. Jika variable I kita beri lambang X sedang variable II kita beri lambang Y, maka: D = X-Y.
  2. Menjumlahkan D, sehingga diperoleh ∑D

Perhatian: dalam menjumlahkan D, tanda aljabar (yaitu tanda-tanda “plus” dan “minus”) harus diperhatikan, artinya tanda “plus” dan “minus” itu ikut serta diperhitungkan dalam penjumlahan).

  1. Mencari Mean dari Difference, dengan rumus: MD =
  2. Menguadratkan D, setelah itu lalu dijumlahkan sehingga diperoleh ∑D2.
  3. Mencari Deviasi Standar dari Difference (SDD), dengan rumus:

SDD =

  1. Mencari Standar Error dari Mean of Difference, yaitu SEMD, dengan menggunakan rumus:

SEMD =

  1. Mencari t0 dengan menggunakan rumus:

t0 =

  1. Memberikan interprestasi terhadap “t0” dengan prosedur kerja sebagai berikut:
    1. Merumuskan terlebih dahulu Hipotesisnya.
    2. Menguji signifikasi t0, dengan cara membandingkan besarnya t0 (“t” hasil observasi atau “t” hasil perhitungan) dengan tt (harga kritik “t” hasil observasi atau “t” hasil perhitungan) dengan tt (harga kritik “t” yang tercantum dalam tabel nilai “t”), dengan terlebih dahulu menetapkan degress of freedom-nya (df) atau derajat kebebasannya (db), yang dapat diperoleh dengan rumus: df atau db = N-1.
    3. Mencari harga kritik “t” yang tercantum pada tabel nilai “t” dengan berpegang pada df atau db yang telah diperoleh, baik pada taraf signifikasi 5%.
    4. Melakukan pembandingan antara t0 dengan tt, dengan patokan sebagai berikut:

1)      Jika t0 lebih besar atau sama dengan tt, maka Hipotesis diterima atau disetujui. Berarti antara kedua variable yang kita selidiki perbedaannya, secara signifikasi memang terdapat perbedaan.

2)      Jika t0 lebih kecil daripada tt, maka Hipotesis ditolak. Berarti bahwa perbedaan antara variable I dan variable II itu bukanlah perbedaan yang berarti, atau bukan perbedaan yang signifikan.

 

  1. Menarik kesimpulan hasil penelitian.

Adapun analisanya melalui 3 tahap, yaitu:

  1. Analisa Pendahuluan

Analisa ini adalah merupakan tahap pengelompokkan yaitu memasukkan data ke dalam tabel distribusi frekuensi.

  1. Analisa Lanjut

Tahap ini adalah memasukkan dalam tabel dan dibuktikan dengan rumus test “t” yang diperoleh dari analisa pendahuluan.

  1. Analisa Uji Hipotesa

Hasil analisa lanjut pada tahap ini dihubungkan dengan hipotesa peneliti, yang menunjukkan bahwa hipotesa yang peneliti ajukkan dapat diterima atau ditolak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN

  1. A.      Gambaran Umum MI Pangempon
    1. 1.         Sejarah Berdirinya MI Pangempon Sruweng

Sekolah merupakan tempat pendidikan secara formal yang harus didirikan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat dan dunia pendidikan. Menyadari kebutuhan tersebut maka didirikanlah MI Pangempon sebagai tempat pendidikan formal. Beberapa upaya dilakukan untuk pendirian MI Pangempon baik secara swadaya masyarakat maupun oleh Pemerintah.

Desa Pangempon merupakan desa yang tertinggal yang berada di daerah pegunungan dan jauh dari perkotaan. Jalan untuk menempuh ke desa juga sangat sulit sekali karena belum diaspal. Desa Pangempon sebelum tahun 1972 an belum mempunyai Madrasah, akan tetapi sudah mempunyai satu sekolah yang diberi nama SD IMPRES yang terletak di pinggir desa, sehingga masyarakat desa Pangempon belum banyak yang bersekolah karena letaknya yang sangat jauh. Dengan demikian SDM Desa Pangempon sangat jauh dari yang diharapkan oleh Pemerintah bahkan tidak sedikit pula di antara mereka yang tidak bisa baca tulis. Desa Pangempon mempunyai lahan yang cukup luas akan tetapi hanya mempunyai satu tempat pendidikan[54])

Pada tahun 1972 Desa Pangempon mendirikan sebuah Madrasah Ibtidaiyah yang terletak di tengah Desa. Pada awal berdirinya MI adalah di Desa karangpule (tetangga desa) sebelah selatan Desa Pangempon telah ada sebuah Madrasah yang diberi nama MWB namun Madrasah itu bubar tanpa jejak sehingga masyarakat yang tadinya sekolah menjadi tidak sekolah, melihat keadaan seperti itu tokoh masyarakat merasa bahwa Desa Pangempon sangat membutuhkan tempat pendidikan sehingga pada tahun 1972 didirikan sebuah Madrasah Ibtidaiyah atas berkat swadaya masyarakat yang berada di atas tanah wakaf seluas 70 ubin yang diwakafi oleh Bapak Abdul Jani dan Hamami dan kondisi bangunan masih sangat memperhatikan sekali yaitu dengan menggunakan bamboo (gedeg) dan mebeler atas hasil swadaya masyarakat dan terdiri dari 3 ruangan yang digunakan untuk satu ruangan kantor dan dua lainnya untuk kelas[55]).

Pada awalnya MI Pangempon menampung siswa kelas 3, 4, dan 5 berjumlah 30 siswa. Tidak menerima kelas 1 dan 2 karena siswa pada waktu itu mereka telah menempuh pendidikan di MWB di desa Karangpule yang tutup tersebut dan mereka ditarik untuk bersekolah di MI Pangempon. Setelah dua tahun MI berhasil menamatkan 1 kelas, tahun berikutnya baru menerima kelas 1 dan seterusnya hingga sekarang.

 

Struktur organisasi MI Pangempon pada tahun 1972 adalah sebagai berikut:

1.  Perintis                             : Bapak Johari dan Bapak Kyai Nasuha

2.  Ketua yayasan                 : Bapak Jauhri

3.  Pelindung                         : Bapak Kyai Ashari

  1. Kepala Desa                     : Bapak Khapandi
  2. Sekretaris desa                 : Bapak Ngisom
  3. Tenaga Pengajar               :

a.  Kepala Madrasah       : Bapak Umar

  1. Guru                          : Bapak Jauhari

Bapak Sarotun

Ibu Yuliah

Pada tahun 1974 MI Pangempon telah dapat membuat bangunan yang secara permanen ini semua berkat kerjasama yang baik antara pihak Madrasah dan masyarakat sehingga masyarakat mau untuk berswadaya membangun bangunan yang permanen yang hingga sampai sekarang ini tanah wakaf dari masyarakat mencapai 930,93 M2 yang semua itu telah dibangun sebuah Madrasah yang sangat baik untuk meningkatkan SDM masyarakat desa Pangempon yang ada hingga jumlah siswa yang telah lulus mencapai ratusan siswa[56]).

 

 

  1. 2.    Letak Geografis MI Pangempon Sruweng

Letak geografis menjadi salah satu factor dalam mendukung kemajuan suatu sekolah. Madrasah Ibtidaiyah Pangempon Sruweng yang beralamat di Jl. Kedung Tawang Pangempon merupakan sekolah yang terletak di jalur strategis, karena lokasinya sekitar 4 kilometer dari jalan raya kea rah utara dan mudah dijangkau dengan berbagai kendaraan yang mana letak MI Pangempon sebelah barat berbatasan dengan sungai, sebelah selatan berbatasan dengan perumahan warga, sedangkan sebelah timur dan utara berbatasan dengan jalan dan pemukiman[57]).

  1. 3.    Visi dan Misi Madrasah

Visi      :

Unggul dalam Prestasi, Cerdas, dan Berakhlak Mulia

Misi     :

–   Memberikan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

–   Mengembangkan potensi dasar individu secara integral.

–   Menumbuhkembangkan kehidupan normative, agamis dan nasionalis[58]).

  1. 4.         Kondisi Fisik

Perkembangan sarana prasarana Madrasah Ibtidaiyah Pangempon senantiasa diupayakan melalui kerjasama Komite dan instansi terkait untuk memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran yang diperlukan, sarana prasarana tersebut antaralain:

  1. Ruang kelas, MI Pangempon memiliki ruang kelas sebanyak 10 ruang, dengan kapasitas tiap ruang 30 peserta didik dan jumlah peserta didik keseluruhan ada 279. Segala sesuatu yang diperlukan dalam proses kegiatan belajar mengajar telah disediakan di dalam kelas dengan terorganisir, misalnya bangku sekolah, papan tulis, media, poster, dan lainnya.
  2. Ruang Kepala Madrasah dengan ukuran 3 X 4 m merupakan ruangan yang sangat strategis dan mencukupi untuk seorang Kepala Madrasah yang berbarengan dengan ruang tamu.
  3. Ruang Guru, dengan jumlah guru sebanyak 13 orang maka membutuhkan ruang yang cukup luas. Di MI Pangempon terdapat satu ruang guru seluas 5,5 X 6 m, luas yang cukup sempit karena terdapat banyak peralatan yang ada dalam ruangan untuk guru sejumlah tersebut di atas.
  4. Ruang Perpustakaan, terletak di sebelah ruang guru dengan disertai fasilitasruang baca, buku pelajaran serta buku penunjang pelajaran dan buku bacaan lainnya yang semua fasilitas tersebut tertata rapid an teratur. Perpustakaan ini memiliki pustakawan yang cukup berkompeten dibidangnya sehingga manajemen perpustakaan juga tertata dengan rapi.
  5. Laboratorium, MI Pangempon mempunyai 2 ruang laboratorium yaitu laboratorium khusus untuk semua mata pelajaran dan laboratorium untuk computer dan seni.
  6. Mushola, terletak bersebelahan dengan ruang kelas. Mushola mempunyai kapasitas sekitar 50 orang dengan fasilitas yang cukup, misalnya peralatan solat, mushaf Al-Qur’an dan pengeras suara serta tempat wudhu yang terpisah antara tempat wudhu laki-laki dan perempuan.
  7. Halaman dan Lapangan, halaman sekolah cukup luas, sehingga dapat digunakan sekaligus sebagai lapangan olah raga, misalnya lapangan Volly, lapangan bulu tangkis, basket dan lain-lain.
  8. Ruang dapur 1 buah dengan ukuran 2 X 4 meter yang ukup digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kegiatan belajar mengajar[59]).
    1. 5.    Kondisi Non-Fisik
      1. Kurikulum

Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum KTSP yang mana kurikulum tersebut dibuat oleh tim yang telah memahaminya. Kurikulum merupakan sumber pedoman yang digunakan guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Dengan menggunakan kurikulum inilah guru dapat menerapkan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran untuk mencapai tujuan.

  1. Guru

Guru adalah fasilitator bagi peserta didik. Guru di MI Pangempon yang sudah menempuh S.1 sebanyak 46,15%, yang masih D2 sebanyak 38,46% dan sisanya 15,38% pendidikan terakhirnya masih SMA. Akan tetapi 46,15% dari jumlah guru MI Pangempon sedang menempuh S.1 di STAINU Kebumen dan Universitas Terbuka.

Berikut peneliti sajikan tabel daftar guru dan pembagian tugas mengajar di MI Pangempon Sruweng.

Tabel 1

DATA GURU DAN PEMBAGIAN TUGAS MENGAJAR MI PANGEMPON MI PANGEMPON SRUWENG TAHUN PELAJARAN 2012/2013[60])

 

No NAMA GURU JABATAN Pendidikan terakhir
1 Ahmad Farkhamsah Kepala Madrasah, guru kelas VB S.1
2 Ris Siswaningsih Guru kelas IIB S.1
3 Siti Ma’rifatun Guru kelas IB D2
4 Sofiyati Guru kelas IIA S.1
5 Ida Fatikhah Guru kelas IIIA D2
6 Siti Mahmudah Guru kelas IA D2
7 Akhmad Saoji Guru kelas IVB D2
8 Parlan Guru Mapel Penjaskes, Bahasa Inggris kelas IV SMA
9 A. Mustofa Kamal Guru kelas VA S.1
10 Suparti Guru kelas VIB S.1
11 Siti Muflikhatun Guru kelas IVA D2
12 Darus Teguh Pambudi Guru kelas VIA S.1
13 M. Chabiballoh Mapel Bahasa Arab, BTQ SMA

 

  1. B.       Pembelajaran yang menggunakan metode hafalan di MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013
    1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Sebelum melakukan pembelajaran menggunakan metode hafalan maka terlebih dahulu harus membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Tabel 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

No Kegiatan Waktu  

Metode

 

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.

 

 

 

 

 

 

Pendahuluan

  1. Mengkondisikan siswa secara fisik dan psikis (salam, berdoa, mengecek kehadiran siswa).
  2. Apersepsi

Anak-anak, pernahkah kalian pergi ke kebun binatang? coba sekarang sebutkan nama-nama binatang dalam bahasa Inggris yang kamu ketahui?

  1. Tujuan pembelajaran

Setelah pembelajaran ini selesai, kalian dapat bertanya jawab tentang nama-nama binatang dengan ucapan dan lafal yang benar.

  1. Cakupan materi

–          Membuat kalimat sederhana menggunakan nama binatang.

Kegiatan Inti

  1. Eksplorasi

–          Peserta didik mengamati media yang dibawa oleh guru.

–          Guru membacakan kalimat sederhana yang menggunakan nama binatang satu persatu.

–          Guru menuliskan kalimat sederhana yang menggunakan nama binatang di papan tulis.

  1. Elaborasi

–          Peserta didik melafalkan secara berulang-ulang hingga hafal kalimat sederhana yang menggunakan nama binatang satu persatu secara berurutan.

–          Peserta didik diuji hafalannya secara bergantian di depan kelas.

–          Peserta didik menuliskan materi hafalan di buku tulis.

  1. Konfirmasi

–          Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap hasil pembelajaran peserta didik.

–          Peserta didik menanyakan hal-hal yang belum dimengerti.

–          Guru memberikan motivasi pada peserta didik yang kurang memahami materi.

Penutup

  1. Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran.
  2. Guru memberikan evaluasi.
  3. Guru memberikan umpan balik.
  4. Tindak lanjut.
  5. Menyampaikan materi yang akan datang
5 menit Hafalan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hafalan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hafalan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

Metode hafalan merupakan salah satu metode pembelajaran bahasa, dimana langkah awal pada pembelajaran yang menggunakan metode hafalan ini yaitu guru menuliskan “vocabulary” bahasa Inggris di papan tulis.

 

Gambar 1

 

Gbr.1

Guru menuliskan“Vocabulary”

di papan tulis

 

Langkah kedua setelah menuliskan beberapa “vocabulary” bahasa Inggris di papan tulis, guru membacakan teks hafalan dan kemudian diikuti oleh peserta didik.

Gambar 2

 

Gbr.2

Guru membacakan teks hafalan

diikuti peserta didik

 

Langkah selanjutnya guru menguji masing-masing peserta didik tentang hafalannya di depan kelas. Berikut ini merupakan gambar dimana guru sedang menguji hafalan setiap peserta didik.

Gambar 3

   

Gbr.3

Guru menguji hafalan peserta didik

di depan kelas

Langkah terakhirnya yaitu peserta didik menyalin teks hafalan pada buku tulis. Berikut ini merupakan gambar peserta didik yang sedang menyalin teks hafalan setelah semua peserta didik diuji hafalannya.

Gambar 4

 

Gbr 4

Peserta didik menuliskan teks hafalan

pada buku tulis

  1. Instrument Evaluasi

1)      Validitas dan Reliabilitas

Validitas merupakan ketepatan dan reabilitas merupakan ketetapan dari instrument evaluasi. Anastasi dan Urbina dalam Purwanto mendefinisikan validitas berhubungan dengan apakah tes mengukur apa yang mesti diukurnya dan seberapa baik dia melakukannya.[61]) Thorndike dan Hagen dalam Purwanto menyatakan reliabilitas berhubungan dengan akurasi instrument dalam mengukur apa yang diukur, kecermatan hasil ukur dan seberapa akurat seandainya dilakukan pengukuran ulang.[62])

Instrumen evaluasi pada penelitian ini telah diuji coba di SD Negeri 1 Pakuran.

2)      Lembar Evaluasi

 

Nama               :

Kelas               :

No urut            :

Complete the dialogues!

(Lengkapi dialog-dialog berikut!)

 

1. A         : What is that?

B         : That is a . . . .

 
2. A         : What is that?

B         : That is a . . . .

 
3. A         : What is that?

B         : That is a . . . .

 
4. A         : What is that?

B         : That is a . . . .

 
5. A         : What is that?

B         : That is a . . . .

 

 

  1. C.      Pembelajaran yang menggunakan metode index card match di MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013
    1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Sebelum melakukan pembelajaran menggunakan metode hafalan maka terlebih dahulu harus membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Rencana pembelajaran ini dibuat untuk mempermudah kita dalam proses pembelajaran, tanpa adanya rencana pembelajaran maka kita hampir tidak mungkin bisa melakukan pembelajaran yang sesuai dengan yang diharapkan, oleh karenanya setiap kali akan diadakan proses pembelajaran terlebih dahulu harus membuat rencana pembelajaran.

Tabel 3

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

No Kegiatan Waktu  

Metode

 

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.

 

 

 

 

 

 

 

Pendahuluan

  1. Mengkondisikan siswa secara fisik dan psikis (salam, berdoa, mengecek kehadiran siswa).
  2. Apersepsi

Anak-anak, pernahkah kalian pergi ke kebun binatang? coba sekarang sebutkan nama-nama binatang dalam bahasa Inggris yang kamu ketahui?

  1. Tujuan pembelajaran

Setelah pembelajaran ini selesai, kalian dapat bertanya jawab tentang nama-nama binatang dengan ucapan dan lafal yang benar.

  1. Cakupan materi

–          Membuat kalimat sederhana menggunakan nama binatang.

Kegiatan Inti

  1. Eksplorasi

–          Guru menjelaskan cara permainan index card match.

–          Guru membagi potongan kertas kepada peserta didik.

  1. Elaborasi

–          Peserta didik menuliskan soal (example : cat) pada salah satu bagian kertas yang telah dipotong menjadi dua, dan menuliskan jawabannya yaitu terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia (kucing) pada potongan kertas yang satunya.

–          Mengocok semua potongan kertas yang berisi pertanyaan dan jawaban.

–          Guru memberikan kertas yang telah dikocok kepada setiap peserta didik.

–          Peserta didik mencari pasangan dari potongan kertas yang di dapatkannya.

–          Peserta didik membacakan pertanyaan dan soal secara bergantian.

  1. Konfirmasi

–          Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap hasil pembelajaran peserta didik.

–          Peserta didik menanyakan hal-hal yang belum dimengerti.

–          Guru memberikan motivasi pada peserta didik yang kurang memahami materi.

Penutup

  1. Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran.
  2. Guru memberikan evaluasi.
  3. Guru memberikan umpan balik.
  4. Tindak lanjut.
  5. Menyampaikan materi yang akan datang.

 

5 menit Index card match

 

 

 

 

 

 

 

Index card match

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Index card match

 

  1. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

Metode index card match merupakan salah satu metode pembelajaran aktif. Langkah pembelajaran yang pertama dalam pembelajaran yang menggunakan metode index card match yaitu guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran menggunakan mmetode index card match. Langkah kedua guru membagikan potongan kertas sebanyak peserta didik. Berikut ini merupakan gambar dimana guru membagikan potongan kertas sebanyak jumlah peserta didik di kelas.

Gambar 5

 

Gbr.5

Guru membagikan potongan kertas

sebanyak jumlah peserta didik

Langkah berikutnya setelah guru membagikan potongan kertas separuh jumlah peserta didik menuliskan pertanyaan dan separuhnya lagi menuliskan jawabannya.

Gambar 6

 

Gbr.6

Peserta didik menuliskan pertanyaan dan jawaban

pada potongan kertas yang dibagikan guru

 

Langkah berikutnya yaitu mengumpulkan dan mengocok kertas yang sudah dituliskan pertanyaan/jawaban.

Gambar 7

 

Gbr 7

Gambar kartu untuk permainan index card match

Gambar 8

 

Gbr 8

Mengocok kertas yang berisi pertanyaan/jawaban

 

Setelah semua kertas tercampur antara soal dan jawaban, semua peserta didik diberi satu kertas, dan setelah itu peserta didik mencari pasangan mereka masing-masing.

 

Gambar 9

 

Gbr 9

Peserta didik mencari pasangan mereka

 

Langkah selanjutnya setelah peserta didik menemukan pasangan, peserta didik duduk berdampingan dengan pasangan mereka dan membacakan pertanyaan dan jawaban yang mereka peroleh secara bergantian agar semua peserta didik mendengar.

Gambar 10

 

Gbr 10

Peserta didik membacakan pertanyaan dan jawaban

dengan keras secara bergantian

Gambar 11

 

 

Gbr 11

 

Peserta didik membacakan pertanyaan dan jawaban

dengan keras secara bergantian

 

  1. Instrumen Evaluasi

Nama                      :

Kelas                       :

No urut       :

Complete the dialogues!

(Lengkapi dialog-dialog berikut!)

1. A         : What is that?

B         : That is a . . . .

 
2. A         : What is that?

B         : That is a . . . .

 
3. A         : What is that?

B         : That is a . . . .

 
4. A         : What is that?

B         : That is a . . . .

 
5. A         : What is that?

B         : That is a . . . .

 

 

  1. D.      Hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode hafalan di MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013

Objek penelitian yang peneliti telaah adalah peserta didik kelas IV MI Pangempon Sruweng yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas IVA dan kelas IVB.

Berikut ini peneliti sajikan daftar nilai bahasa Inggris pada kelas IV MI Pangempon Sruweng yang merupakan hasil belajar bahasa Inggris yang menggunakan metode hafalan dan Index Card Match.

Adapun pedoman penilaian untuk hasil belajar bahasa Inggris yang menggunakan metode hafalan yakni dengan skala sebagai berikut :

  1. 100      = istimewa
  2. 90-99   = baik sekali
  3. 80-89   = baik
  4. 70-79   = lebih dari cukup
  5. 60-69   = cukup
  6. <60      = kurang

Metode hafalan diterapkan dalam pembelajaran bahasa Inggris di MI Pangempon Tahun Pelajaran 2012/2013. Setelah melakukan pembelajaran bahasa Inggris menggunakan metode hafalan langkah selanjutnya adalah melakukan evaluasi guna mendapatkan hasil belajar yang dicapai peserta didik setelah dilakukannya proses pembelajaran bahasa Inggris yang menggunakan metode hafalan.

Berikut ini peneliti sajikan daftar hasil belajar bahasa Inggris peserta didik yang menggunakan metode hafalan di MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013.

Tabel 4

DAFTAR NILAI HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MENGGUNAKAN METODE HAFALAN DI MI PANGEMPON SRUWENG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

 

NO NILAI KRITERIA
1. 60 Cukup
2. 60 Cukup
3. 50 Kurang
4. 60 Cukup
5. 50 Kurang
6. 80 Baik
7. 50 Kurang
8. 60 Cukup
9. 90 Baik sekali
10. 60 Cukup
11. 70 Lebih dari cukup
12. 50 Kurang
13. 70 Lebih dari cukup
14. 100 Istimewa
15. 80 Baik
16. 70 Lebih dari cukup
17. 60 Cukup
18. 60 Cukup
N = 18     ∑ x = 1180

 

Dari hasil belajar bahasa Inggris di kelas IVB yang diperoleh di atas, maka hasil belajar bahasa Inggris pada kelas IVB MI Pangempon Sruweng dapat diprosentasekan sebagai berikut :

Tabel 5

REKAPITULASI HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MENGGUNAKAN METODE HAFALAN di MI PANGEMPON SRUWENG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

 

No Rentan Skor (Kategori) Jumlah Peserta didik Prosentase (%)
1 100 (Istimewa) 1 5,56
2 90-99 (Baik Sekali) 1 5,56
3 80-89 (Baik) 2 11,11
4 70-79 (Lebih dari cukup) 3 16,67
5 60-69 (cukup) 7 38,89
6 <60 (kurang) 4 22,22

Berdasarkan rekapitulasi hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode Hafalan kelas IVB MI Pangempon Sruweng di atas dapat dipresentasikan bahwa:

  1. Peserta didik yang mendapat nilai istimewa dari hasil belajar bahasa Inggris dengan metode hafalan sebanyak 5,56%.
  2. Peserta didik yang mendapat nilai baik sekali dari hasil belajar bahasa Inggris dengan metode hafalan sebanyak 5,56%.
  3. Peserta didik yang mendapat nilai baik dari hasil belajar bahasa Inggris dengan metode hafalan sebanyak 11,11%.
  4. Peserta didik yang mendapat nilai lebih dari cukup dari hasil belajar bahasa Inggris dengan metode hafalan sebanyak 16,67%.
  5. Peserta didik yang mendapat nilai cukup dari hasil belajar bahasa Inggris dengan metode hafalan sebanyak 38,89%.
  6. Peserta didik yang mendapat nilai kurang dari hasil belajar bahasa Inggris dengan metode hafalan sebanyak 22,22%.

Perhitungan nilai rata-rata hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode hafalan (Mx) dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode hafalan menggunakan rumus:

∑x = 1180 dan N = 18, maka:

Mx =

Mx = 65,55555556

Mx = 65,56

Berdasarkan pada perhitungan di atas dapat diketahui bahwa nilai rata-rata hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode hafalan (Mx) untuk kelas IVB = 65,56. Jadi hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode hafalan pada kelas IV MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013 dinyatakan dalam kategori cukup.

  1. E.       Hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode index card match di kelas IVA MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013

Untuk mendapatkan hasil belajar bahasa Inggris yang menggunakan metode index card match tentunya perlu dilakukan evaluasi pembelajaran setelah adanya proses pembelajaran bahasa Inggris yang menggunakan metode index card match.

Oleh karenanya setelah pembelajaran bahasa Inggris yang menggunakan metode index card match sudah diimplementasikan dalam pembelajaran dilakukan evaluasi pembelajaran, sehingga kita mendapatkan hasil belajar yang nantikan akan kita komparasikan hasilnya dengan hasil belajar bahasa Inggris yang menggunakan metode hafalan.

Hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode hafalan telah diketahui dan telah dipaparkan pada halaman sebelumnya, selanjutnya peneliti melakukan penelitian mengenai penerapan metode Index Card Match dalam pembelajaran bahasa Inggris pada kelas IV MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013.

Berikut ini peneliti sajikan daftar hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode index card match pada kelas IV MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013.

 

 

Tabel 6

DAFTAR HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MENGGUNAKAN METODE INDEX CARD MATCH MI PANGEMPON SRUWENG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

 

NO NILAI KRITERIA
1 80 Baik
2 90 Baik sekali
3 80 Baik
4 100 Istimewa
5 100 Istimewa
6 90 Baik sekali
7 90 Baik sekali
8 80 Baik
9 100 Istimewa
10 80 Baik sekali
11 60 Cukup
12 70 Lebih dari cukup
13 80 Baik
14 80 Baik
15 90 Baik sekali
16 80 Baik
17 100 Istimewa
18 80 Baik
N = 18       ∑y = 1530

Dari hasil belajar bahasa Inggris yang diperoleh di atas, maka hasil belajar bahasa Inggris yang menggunakan metode index card match di MI Pangempon Sruweng dapat diprosentasekan sebagai berikut :

Tabel 7

 

REKAPITULASI HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MENGGUNAKAN METODE INDEX CARD MATCH KELAS IVA MI PANGEMPON SRUWENG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

 

No Rentan Skor (Kategori) Jumlah Peserta didik Prosentase (%)
1 100 (Istimewa) 4 22,22
2 90-99 (Baik Sekali) 4 22,22
3 80-89 (Baik) 8 44,44
4 70-79 (Lebih dari cukup) 1 5,56
5 60-69 (cukup) 1 5,56
6 <60 (kurang) 0 0

Berdasarkan rekapitulasi hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode Hafalan di MI Pangempon Sruweng di atas dapat dipresentasikan bahwa:

  1. Peserta didik yang mendapat nilai istimewa dari hasil belajar bahasa Inggris dengan metode hafalan sebanyak 22,22%.
  2. Peserta didik yang mendapat nilai baik sekali dari hasil belajar bahasa Inggris dengan metode hafalan sebanyak 22,22%.
  3. Peserta didik yang mendapat nilai baik dari hasil belajar bahasa Inggris dengan metode hafalan sebanyak 44,44%.
  4. Peserta didik yang mendapat nilai lebih dari cukup dari hasil belajar bahasa Inggris dengan metode hafalan sebanyak 5,56%.
  5. Peserta didik yang mendapat nilai cukup dari hasil belajar bahasa Inggris dengan metode hafalan sebanyak 5,56%.
  6. Peserta didik yang mendapat nilai kurang dari hasil belajar bahasa Inggris dengan metode hafalan sebanyak 0%.

Perhitungan nilai rata-rata hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode index card match (My) dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode hafalan menggunakan rumus:

My =

Untuk kelas IVA, ∑y = 1530 dan N = 18, maka:

My =

My = 85

Berdasarkan pada perhitungan di atas dapat diketahui bahwa nilai rata-rata hasil belajar bahasa Inggris yang menggunakan index card match (My) yaitu 85. Jadi hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode index card match pada kelas IV MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013 dinyatakan dalam kategori baik.

  1. F.   Komparasi hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode hafalan dengan metode index card match di kelas IV MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013

Penelitian selanjutnya yaitu meneliti komparasi hasil belajar bahasa Inggris (animals) menggunakan metode hafalan dan index card match pada kelas IV MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013.

  1. Komparasi Hasil Belajar Bahasa Inggris Menggunakan Metode Hafalan dengan Metode Index Card Match di kelas IVA MI Pangempon Sruweng.
  2. Analisa Pendahuluan

Analisa pendahuluan ini akan menyajikan sebuah tabel yang menyajikan hasil belajar bahasa Inggris yang menggunakan metode hafalan dengan yang menggunakan metode index card match.

Tabel yang menyajikan hasil belajar bahasa Inggris yang menggunakan metode hafalan dengan yang menggunakan metode index card match ini digunakan untuk mengetahui komparasi hasil belajar bahasa Inggris yang menggunakan metode hafalan dan index card match.

Dengan adanya tabel yang menyajikan hasil belajar bahasa Inggris yang menggunakan metode hafalan dengan index card match ini dapat mempermudah kita untuk melakukan analisa pendahuluan.

Berikut ini peneliti sajikan tabel komparasi hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode hafalan dan index card match pada kelas IV MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013 untuk memaparkan komparasi hasil belajar yang menggunakan dua metode (metode hafalan dengan metode index card match) pada kelas IV pada standar kompetensi yang sama yaitu Animals.

 

 

Tabel 8

 

KOMPARASI HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MENGGUNAKAN METODE HAFALAN DAN INDEX CARD MATCH PADA KELAS IV MI PANGEMPON SRUWENG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

 

NO Hasil Belajar Bahasa Inggris D =

(X-Y)

D2 =

(X-Y)2

Metode Hafalan Metode Index Card Match
1 60 80 -20 400
2 60 90 -30 900
3 50 80 -30 900
4 60 100 -40 1600
5 50 100 -50 2500
6 80 90 -10 100
7 50 90 -40 1600
8 60 80 -20 400
9 90 100 -10 100
10 60 80 -20 400
11 70 60 10 100
12 50 70 -20 400
13 70 80 -10 100
14 100 80 20 400
15 80 90 -10 100
16 70 80 -10 100
17 60 100 -40 1600
18 60 80 -20 400
N=18 x = 1180 y = 1530 ∑ D = -350 ∑D=12.100
  1. Analisa lanjutan

Pembuktian diterima atau tidaknya hipotesa yang peneliti ajukan, dibuktikan dan disajikan peneliti dengan rumus “t” atau “t0” untuk mencari perbedaan yang signifikan antara hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode hafalan dengan metode index card match di MI Pangempon Sruweng, rumusnya adalah sebagai berikut:

t0 =

Diketahui:

N         = 18

∑D       = -350

∑D2     = 12.100

Langkah perhitungannya yaitu:

  1. Mencari MD

MD =

MD =

MD = – 19,44444444

  1. Mencari SEMD

SEMD =

SDD = 2

SDD = 2

SDD = 2

SDD =

SDD =

SDD = 17,15038783

SEMD =

SEMD =

SEMD =

SEMD = 4,159580032

  1. Mencari t0

t0 =

t0 =

t0 = – 4,674617219

t0 = -4,67

Tanda – (minus) di sini bukanlah tanda aljabar, melainkan tanda   – (minus) dibaca ada selisih derajat perbedaan, oleh karena itu         t0 = -4,67 dapat dibaca ada selisih derajat perbedaan sebesar -4,67.

  1. Analisa Hipotesa

Langkah terakhir dalam analisis data statistic adalah analisis hipotesa, yaitu memberikan interprestasi terhadap “t0” dengan cara membandingkan besarnya “t0” dengan “tt” (harga titik “t” yang tercantum dalam table nilai “t” pada taraf signifikasi 5% ataupun taraf signifikasi 1%), dengan terlebih dahulu menetapkan degrees of freedom-nya (df) atau derajat kebebasannya (db) yang dapat diperoleh dengan rumus: df atau db = N – 1 dengan N = 18, maka df = db = 18 – 1 = 17.

Ternyata dengan df sebesar 17 diperoleh harga kritik t atau table pada ttabel signifikasi 5% sebesar 2,11, sedangkan pada taraf signifikasi 1 % tt diperoleh sebesar 2,90. Dengan membandingkan besarnya “t” yang diperoleh dalam perhitungan (t0 = 4,67) dan besarnya “t” yang tercantum pada tabel nihil t (tt.ts.5% = 2,11 dan tt.ts.1% = 2,90) maka dapat peneliti ketahui bahwa t0 adalah lebih besar dari pada tt, yaitu:

2,11<4,67>2,90

Berdasarkan penyajian di atas terbukti bahwa t0 lebih besar dari pada tt baik diuji pada taraf signifikasi 5% maupun 1% ini berarti bahwa adanya perbedaan hasil belajar bahasa Inggris pada peserta didik di MI Pangempon Sruweng antara menggunakan metode hafalan dan metode index card match merupakan perbedaan yang signifikan.

Hal ini berarti hipotesis yang peneliti ajukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar bahasa Inggris yang menggunakan metode hafalan dengan index card match di MI Pangempon Sruweng Tahun 2012/2013 diterima.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

  1. A.      Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan tentang hasil belajar bahasa Inggris yang menggunakan metode hafalan dan index card match di MI Pangempon dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  1. Hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode hafalan pada kelas IV MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013 dinyatakan dalam kategori cukup, hal ini terlihat dari nilai rata-ratanya yaitu 65,56.
  2. Hasil belajar bahasa Inggris menggunakan metode index card match di MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013 dinyatakan dalam kategori baik, hal ini terlihat dari nilai rata-ratanya yaitu 85.
  3. Nilai rata-rata hasil belajar bahasa Inggris dengan menggunakan metode index card match lebih tinggi daripada menggunakan metode hafalan.
  4. Ternyata t0 lebih besar daripada tt baik diuji pada taraf signifikasi 5% maupun 1%, ini berarti bahwa hipotesis yang peneliti ajukan disetujui/diterima, dengan kata lain terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar menggunakan metode index card match dan hafalan di kelas IV MI Pangempon Sruweng Tahun Pelajaran 2012/2013.

 

 

  1. B.       Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas maka penulis mengajukan beberapa saran sebagai berikut:

  1. Saran bagi MI Pangempon Sruweng

Madrasah Ibtidaiyah Pangempon Sruweng harus selalu meningkatkan  mutu pendidikan melalui supervisi kepala sekolah pada setiap kelas secara rutin, KKG, shearing antar guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran di MI Pangempon Sruweng dan selalu mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah diraih atau dicapai selama ini.

  1. Saran bagi Guru dan Peserta didik
    1. Bagi guru, diharapkan selalu meningkatkan profesionalisme sebagai pendidik, mampu memilih metode dan media yang tepat untuk pembelajaran. Disamping itu guru juga diharapkan selalu memberikan motivasi belajar peserta didik untuk peningkatan hasil belajar.
    2. Bagi peserta didik, harus selalu meningkatkan belajar dengan cara memperhatikan dan mengikuti pembelajaran di kelas dengan sungguh-sungguh dan tidak lupa untuk selalu belajar di rumah.

 

 

 

 

 

  1. C.      Kata Penutup

Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada Alloh S.W.T yang telah mencurahkan rahmat, taufik, hidayah dan nikmat –Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Karena tanpa ridho –Nya sangatlah mustahil penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

Penulis sangat menyadari dalam penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan dan kesalahan baik dari tata penulisan maupun tata bahasa yang penulis gunakan. Semua ini tidak lain karena keterbatasan pengetahuan penulis. Oleh sebab itu, peneliti mengharapkan dan menunggu saran dan kritik yang membangun dari para pembaca.

Akhirnya penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini mempunyai manfaat bagi penulis pada khususnya, bagi guru-guru MI Pangempon Sruweng dan seluruh insan pendidikan pada umumnya.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Abdul Haris dan Bahrissalim. (2011). Strategi dan Model-model PAIKEM. Jakarta; Direktorat Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

 

Agung Hartono dan Sunarto. (1995).  Perkembangan Peserta Didik. Jakarta; Rineka Cipta.

 

Agus Suprijono. (2011). Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta; Pustaka Pelajar.

 

Agus Taufik, dkk. (2011).  Pendidikan Anak di SD. Jakarta; Universitas Terbuka.

Amirul Hadi dan Haryono. (1998). Metodelogi Penelitian Pendidikan. Bandung; CV Pustaka setia.

 

Anas Sudijono. (2010). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta; PT Raja Grafindo.

Asra dan Sumiati. (2009). Metode Pembelajaran. Bandung; CV Wacana Prima.

Bermawy Munthe, dkk. (2008). Strategi Pembelajaran Aktif.  Yogyakarta; Pustaka Insan Madani.

 

Connyy R. Semiawan. (1999). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta; Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Dadang sunendar dan Iskandarwassid. (2008).  Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung; PT Remaja rosdakarya.

 

Depdiknas. (2007). Kurikulum Standar Kompetensi. Jakarta; Depdiknas.

Isjoni. (2011). Pembelajaran kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antara Peserta Didik. Yogyakarta; Pustaka Pelajar.

 

Johar Permana dan Mulyani Sumantri. (2001). Strategi Belajar Mengajar. Bandung; CV Maulana.

 

Muhammad     Nafi,    Pendidikan Agama     Islam  07, file:///C:/Users/user/Documents/comunitas%20santri%20salafi.htm.diakses 22  Mei 2012, jam 22.00

 

Purwanto. (2011).  Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta; Pustaka Pelajar.

Riduan. (2010). Dasar-dasar Statistika. Bandung; Alfabeta.

Saminanto. (2010).  Ayo Praktik PTK. Semarang; RaSAIL Media Group.

Solchan, dkk. (2008). Pendidikan Bahasa Indonesia di SD. Jakarta; Universitas Terbuka.

 

Sri Anitah W, dkk. (2009). Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta; Universitas Terbuka.

 

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung; Alfabeta

 

Suharsimi Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Jakarta; Rineka cipta.

 

Syaiful Anwar dan Tayar Yusuf. (1997). Metodelogi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab. Jakarta; PT RajaGrafindo Persada.

 

Taufiqurrahman. (2011).Metode Index Card Match dalam Pembelajaran Aqidah Ahlaq di MI Darussalam Triwarno Kutowinangun Kebumen Tahun Ajaran 2011/2012. Skripsi. STAINU Kebumen.

 

Tim FIKP. (2008). Pemantapan kemampuan Mengajar (PKM)- PGSD. Jakarta; Universitas Terbuka

 

Wardani, dkk. (2009). Perspektif Pendidikan SD. Jakarta; Universitas Terbuka.

Yenny Sukhriani. (2010). Pembelajaran dan Penilaian Bahasa Inggris Referensi untuk Guru Bahasa Inggris. Leuser Cita Pustaka

 

Yeti mulyati,dkk. (2009).  Keterampilan Berbahasa Indonesia SD. Jakarta; Universitas Terbuka

 

Yusi Rosdianan, dkk.( 2009). Bahasa dan sastra Indonesia di SD. Jakarta; Universitas Terbuka

 

 

 

 

 

 

 


[1])  Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, cet ke-22,  (Jakarta: PT Raja Grafindo, 2010), hal . 274.

 

[2]) Saminanto, Ayo Praktik PTK, cet kesatu, (Semarang: RaSAIL Media Group, 2010), hal . 100.

 

 [3]) Abdul Haris dan Bshrissalim, Strategi dan Model-model PAIKEM, cet kesatu, (Jakarta: Direktorat Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, 2011), hal.  59.

 

[5])  Connyy R. Semiawan, Perkembangan Peserta Didik, (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1999), hal. 134.

 

[6]) Ny. B Agung Hartono dan Sunarto,  Perkembangan Peserta Didik, cet keempat, (Jakarta : Rineka Cipta, 1995), hal. 137.

[7] ) Johar Permana dan  Mulyani Sumantri, Strategi BelajarMengajar,  (Bandung: CV Maulana, 2001), hal . 11.

[8])Iskandarwassid dan Dadang Sunendar, Strategi Pembelajaran Bahasa, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008), hal. 141.

 

 [9])Dadang sunendar dan  Iskandarwassid, Strategi Pembelajaran Bahasa, cet pertama, (Bandung: Pt Remaja rosdakarya, 2008), hal. 4.

 

[10]) Purwanto., Evaluasi Hasil Belajar, cet ketiga, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011), hal. 39.

 

[11])Agus Suprijono, Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM, cet kelima, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011), hal. 2.

 

[12])Sri Anitah W, dkk, Strategi Pembelajaran di SD, cet ketujuh, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2009), hal. 2.5.

 

[13])Saminanto, Ayo Praktik PTK, cet kesatu, (Semarang: RaSAIL Media Group, 2010), Hal. 21.

 

[14])Tim FIKP, Pemantapan kemampuan Mengajar (PKM)- PGSD, cet kedua, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2008), hal. 1.10.

 

[15])Isjoni, Pembelajaran kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antara Peserta Didik, cet ketiga, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011), hal. 14.

 

[16])Solchan, dkk, Pendidikan Bahasa Indonesia di SD, cet keempat, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2008), hal. 10.4.

 

[17]) Agus Taufik, dkk, Pendidikan Anak di SD, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2011), hal. 5.7.

 

[18]) Sri Anitah W, dkk. Op Cit, hal. 1.31.

 

[19]) Purwanto, Op. Cit, hal. 44.

 

[20]) Ibid, hal. 45.

 

[21]) Saminanto, Op. Cit, hal. 100.

 

[22])Yusi Rosdianan, dkk., Bahasa dan sastra Indonesia di SD, cet keenam, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2009), hal 1.4

 

[23]) Ibid.

 

[24]) Yeti mulyati,dkk., keterampilan Berbahasa Indonesia SD, cet kelima, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2009), hal. 1.8.

 

[25]) Depdiknas,  Kurikulum Standar Kompetensi. (Jakarta: Depdiknas, 2007), hal. 171.

 [26] ) Yenny Sukhriani, Pembelajaran dan Penilaian Bahasa Inggris Referensi untuk Guru Bahasa Inggris, ( PT Leuser Cita Pustaka, 2010), hal 4-5.

 

[27]) Sumiati dan Asra, Metode Pembelajaran, (Bandung: CV Wacana Prima, 2009), hal. 96.

 

[28]) Abdul Haris dan Bshrissalim, Strategi dan Model-model PAIKEM, cet kesatu, (Jakarta: Direktorat Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, 2011), hal. 57.

 

[29]) Ibid.

 

[30]) Ibid, hal. 58.

 

[31]) Bermawy Munthe, dkk., Strategi Pembelajaran Aktif, ( Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2008), hal. 67.

[32]) Agus Suprijono, Op. Cit, hal. 120.

 

[33]) Abdul Haris dan Bahrissalim, Op. Cit, Hal. 60.

[34]) Syaiful Anwar dan Tayar Yusuf, Metodelogi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab, cet kedua, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1997),  hal. 191.

 

[35]) Ibid, hal. 195.

[36]) Ibid, Hal. 201.

[37]) Ibid, Hal. 203.

[38]) Syaiful Anwar dan Tayar Yusuf, Op. Cit, hal. 206.

[39]) Ibid.

 

[40])Ibid, hal. 206-207.

 

[41]) IG.A.K. Wardani, dkk., Perspektif Pendidikan SD, cet ketiga, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2009), hal. 5.8.

[42] ) Taufiqurrahman, Metode Index Card Match dalam Pembelajaran Aqidah Ahlaq di MI Darussalam Triwarno Kutowinangun Kebumen Tahun Ajaran 2011/2012, 2011, (Skripsi Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen, 2011). Tidak diterbitkan.

[43]) Amirul Hadi dan Haryono, Metodelogi Penelitian Pendidikan, cet keempat, (Bandung: CV Pustaka setia, 1998), hal. 117.

 

[44]) Riduan, Dasar-dasar Statistika, cet kedelapan, (Bandung: Alfabeta, 2010), hal. 163.

[45]) Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, cet ke-22,  (Jakarta: PT Raja Grafindo, 2010), hal. 275

[46]) Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, cet kedelapan, (Bandung: Alfabeta, 2009), hal. 38

[47]) Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik, cet ketigabelas, (Jakarta: Rineka cipta, 2006), hal. 130

[48]) Ibid, hal. 131

 

[49]) Amirul Hadi dan Haryono, Op. Cit, hal 129

[50] ) Suharsimi Arikunto, Op. Cit, hal.150

[51]) Suharsimi Arikunto, Op. cit, hal. 231

[52]) Anas Sudijono, Op. cit, hal. 3

[53]) Ibid, hal. 347-348

[54])Dokumentasi MI Pangempon Sruweng, dikutip pada tanggal 30 September 2012.

[55] )Ibid.

[56] )Ibid.

[57] ) Ibid

 

[58] )Ibid.

[59] )Ibid.

 

 [60])Ibid.

[61] ) Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2011), hal114.

[62]) Ibid, hal 154.

5 thoughts on “STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS YANG MENGGUNAKAN METODE INDEX CARD MATCH DAN HAFALAN DI MI PANGEMPON TAHUN 2012/2013

  1. mbk pnya bku nya gk?
    pnjm donk mbk Abdul Haris dan Bshrissalim, Strategi dan Model-model PAIKEM,btuh bnget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s