TOLAK UKUR KOMPETENSI GURU

“ Memperbaiki Pandangan Tolak Ukur Kompetensi Guru”

Oleh Nur Endah Puspita Arum


Kompetensi guru adalah hal yang mutlak sebagai penunjang suksesnya proses pembelajaran yang dilakukan guru tersebut. Namun pantaskan kita mengukur kompetensi guru melalui dari mana guru itu diluluskan menjadi orang yang berkompetensi mendidik?

Bukankah kita dapat belajar dari mana saja, bukan sekedar di tempat atau lembaga dimana kita menuntut ilmu? Apakah kompetensi guru hanya diukur dari dimana dia diluluskan? Tidak bukan? Lalu apakah kompetensi guru diukur dari sejauh mana guru tersebut menuntut ilmu?

Pandangan bahwa suatu lembaga perguruan tinggi (PT A) kalah kompetensinya dibandingkan perguruan tinggi (PT B) yang terkenal unggulan, menjadi tolak ukur kualitas kompetensi lulusan kedua perguruan tinggi tersebut. Semua dipukul rata menjadi sebuah pernyataan yang terus mengakar dalam setiap pandangan dan pemikiran setiap orang, yaitu “lulusan perguruan tinggi (PT A) kalah kompetensinya jika dibanding dengan lulusan perguruan tinggi (PT B)”.

Apakah pernyataan bernada miring tersebut harus terus menerus diterima dengan tangan terbuka, pasrah tanpa usaha nyata dari lulusan perguruan tinggi (PT A) ??? seharusnya tidak bukan???

Tanpa adanya usaha nyata untuk membangun pandangan yang lebih baik, tentunya selamanya akan berjalan statis dengan pandangan dimana kompetensi diukur dari mana dia diluluskan menjadi orang yang berkompetensi.

Perasaan dianak tirikan bukanlah momok yang menggiriskan, asalkan diterima dengan lapang dada dan dikaji secara positif serta ada pembuktian yang nyata maka pandangan itu perlahan pasti akan surut dan padam. Posisikan diri secara sempurna, sesempurna tanggapan miring atau justice orang terhadap posisi background lembaga atau perguruan tinggi seperti perguruan tinggi (PT A).

Suatu keharusan untuk mengangkat almamater setinggi-tingginya, dalam artian dapat membuat pandangan lebih baik dari sebelumnya, sebab kalau bukan intern lulusan perguruan tinggi (PT A) sendiri, siapa yang akan melakukannya?

Sebagai seorang pendidik hendaknya kita lebih bersikap terbuka, dan tidak lantas memandang bahwa kompetensi itu diukur melalui dimana dan dari mana guru tersebut mendapatkan gelar sarjananya. Apalagi bila kita menjadi orang yang dituakan di dalam lembaga pendidikan dalam suatu instansi sekolah. Jangan sampai kita menganak tirikan dan memandang remeh kompetensi guru yang notabenenya adalah lulusan perguruan tinggi seperti perguruan tinggi (PT A). Terlalu naïf rasanya bila kita sebagai pendidik memukul rata kompetensi berdasarkan background lembaga perguruan tinggi.

 

 

 

 

3 thoughts on “TOLAK UKUR KOMPETENSI GURU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s